Tag Archives: hangout

HANGOUT

HANGOUT

poster-film-hangout

Raditya Dika mendapat undangan misterius untuk datang ke sebuah vila seseorang di sebuah pulau yang terpencil. Raditya Dika tidak diundang sendirian. Ada Soleh Solihun, Mathias Muchus, Prilly Latuconsina, Gading Marten, Titi Kamal, Surya Saputra, Dinda Kanya Dewi, dan Bayu Skak yang turut diundang tanpa mengenal siapa yang mengundang. Kejadian aneh mulai terjadi mulai dari malam pertama mereka di vila. Kematian satu persatu tamu undangan menjadi teror yang dihadapi di vila yang terpencil itu. Mereka tak bisa pergi sebelum 3 hari. Pilihannya: menemukan pelakunya atau mati sebelum 3 hari.

Satu hal yang patut dipuji dalam film ini, kemampuan akting yang baik dari setiap pemain yang memerankan dirinya sendiri dengan karakter yang unik. Konsistensi setiap pemain mempertahankan karakternya menjadi sebuah hiburan yang sekaligus menunjukkan kualitas akting yang baik. Prilly Latuconsina mendapat perhatian khusus karena film ini mampu mengembangkan teknik aktingnya dengan baik. Risikonya, beberapa teknik akting terasa tidak sesuai dengan pembangunan emosi dalam film. Prilly berpotensi untuk mengembangkan karakter misterius bila mendapat pengalaman yang lebih sering. Acungan jempol untuk Raditya Dika yang dapat mengeluarkan potensi Prilly dengan menantang akting Prilly dalam karakter yang dapat dikuasai Prilly. Apresiasi tinggi dapat diberikan untuk konsistensi karakter yang diberikan, khususnya untuk Dinda Kanya Dewi dan Surya Saputra.

Sebuah tantangan untuk Raditya Dika menampilkan komedi dalam balutan thriller yang terlihat digarap cukup serius. Pemecahan kasus yang misterius memerlukan logika cerita yang detail. Hubungan logis antar satu peristiwa dengan peristiwa lain terbilang baik, namun detail yang terkesan ‘membocorkan misteri’ membuat film ini menjadi mudah ditebak. Namun, acungan jempol sangat patut diberikan untuk Raditya Dika yang menghadirkan genre segar di tengah pertarungan film komedi di peralihan tahun 2016 dan 2017 ini.

Keunikan karakter tiap tokoh membuat film ini menjadi sangat menghibur. Hal ini dapat dimaksimalkan oleh Raditya Dika untuk membuat cerita sebagai eksplorasi genre yang terbilang jarang digunakan di perfilman Indonesia. Latar belakang pengalaman komedi Raditya Dika dapat memuaskan rasa humor penonton. Raditya Dika tidak sembarangan menempatkan titik-titik komedi yang dapat menghibur semua kalangan. Hanya saja, beberapa komedi memiliki konteks khusus. Tapi, usaha film ini untuk menempatkan konteks itu dalam humor yang umum terbilang cukup berhasil.

Formula teror untuk sebuah film thriller menjadi hiburan tersendiri. Beberapa elemen horor yang dikemas dengan sentuhan komedi menjadi kekuatan film ini. Namun, formula teror klise membuat film ini membuat aspek thriller di film ini tidak digarap sekuat komedinya. Para penggemar genre horor atau thriller tidak akan dipuaskan bila berharap sesuatu yang spektakuler.

Film ini menyampaikan pesan filmnya cukup baik. Urutan peristiwanya dapat diterima oleh penonton dan menjadi cerita yang utuh. Yang sedikit disayangkan adalah peristiwa yang dinilai kurang kuat untuk menumbuhkan alasan dendam yang begitu besar. Ide cerita yang luar biasa terlihat tidak didukung oleh kekuatan detail peristiwa yang menggantung. Tidak kuat untuk sebuah cerita komedi, maupun untuk sebuah alasan psikologis tokoh. Pesan moral dari film ini pun dapat dipahami untuk sebuah pesan yang menyentuh, namun menjadi kurang tersampaikan karena sulitnya menempatkan peristiwa di bawah dua genre yang diinginkan kuat. Unsur drama menjadi tidak terasa ketika fokus penonton pada unsur komedi dan unsur thriller yang ditawarkan film ini.

Begitupun dengan pengambilan gambar yang memilih tempat khusus. Pemilihan tempat berpotensi untuk mendapatkan kesan horor yang maksimal, hanya saja pemilihan tempat yang baik tidak didukung dengan aspek sinematografis yang lain, khususnya pencahayaan. Beberapa detail sinematografis, seperti efek, scoring, dan pencahayaan di film ini membuat beberapa logika menjadi meleset. Hal ini yang menyebabkan kesan thriller menjadi tenggelam jauh bila dibandingkan dengan unsur komedinya. Bila unsur komedi sangat tertolong melalui akting pemain, unsur thriller tidak didukung sebaik unsur komedinya. Lepas dari segala kekurangan film ini, keberanian Raditya Dika untuk menawarkan genre unik membuat film ini memberikan warna tersendiri dalam perkembangan film Indonesia di akhir tahun 2016 dan awal tahun 2017.

 

Pemain: Raditya Dika, Soleh Solihun, Mathias Muchus, Prilly Latuconsina, Gading Marten, Titi Kamal, Surya Saputra, Dinda Kanya Dewi, Bayu Skak

Sutradara : Raditya Dika

Produser : Gope T. Samtani, Sunil Samtani

Produksi : Rapi Films

Tahun : 2016

alasan-nonton-hangout-bookmyshow-10-e1482211550575

Akting : bintang 8

Harmonisasi film : bintang 7

Hiburan : bintang 8

Pesan : bintang 6 stgh

Sinematografi : bintang 6

————————————————————-

Overall: bintangall 7( 7.1 )

 

-JD-

 

 

 

 

Advertisements

Leave a comment

Filed under H