Tag Archives: fil

Cek Toko Sebelah

CEK TOKO SEBELAH

cek-toko-sebelah 

Permasalahan keluarga Koh Afuk (Chew Kin Wah) terjadi ketika toko sembako yang dibangun Koh Afuk dari nol harus diberikan pada salah satu dari dua anaknya. Kepercayaan Koh Afuk jatuh pada sang adik, Erwin (Ernest Prakasa). Kebesaran hati sang kakak, Yohan (Dion Wiyoko) menjadi kunci drama keluarga Koh Afuk. Kehadiran Ayu (Adinia Wirasti) dan Natalie (Gisella Anastasia) untuk menjadi pasangan dari kakak-beradik ini melengkapi drama dari sebuah toko sembako Koh Afuk.

Apresiasi yang tinggi harus diberikan pada kemampuan akting dari semua pemain film ini. Semua tokoh memiliki karakter yang berbeda antara satu dengan yang lain. Hal ini menjadi nilai tambah ketika karatker yang dibangun setiap pemain dapat diterima oleh penonton. Semua. Tak terkecuali peran-peran kecil yang dimainkan para figuran. Walau tidak mengeksplorasi seni peran secara dalam, sutradara mampu memaksimalkan potensi karakter dasar setiap pemain. Sekecil apapun perannya, para pemain dapat membawakannya dengan sungguh-sungguh. Hal ini jarang ditemukan di dalam film Indonesia pada umumnya karena peran kecil (dianggap) hanya untuk melengkapi gambar, tidak diperhatikan kualitas akting dari peran kecil. Berbeda dengan film ini yang terlihat mengarahkan peran-peran kecil dengan baik.

Pujian patut diberikan pada kemampuan akting Dion Wiyoko yang dapat membangun rasa di setiap scene dengan pacing yang tepat. Begitu pun dengan Gisella yang mampu mempertahankan karakternya, sehingga tampak seperti ada twisted character menjadi tokoh antagonis (BUKAN TOKOH JAHAT, tapi tokoh yang menghambat pergerakan tokoh protagonis) dengan sifat dasar tokoh yang dimiliki. Gisella dapat menerjemahkan perannya dalam cerita yang kompleks ini. Jempol untuk para pemain.

Pemain yang baik tidak terlepas dari arahan sutradara dan script yang baik pula. Ernest Prakasa membuktikan kemampuannya melalui film ini dengan memperhatikan setiap detail. Konflik yang terbilang sangat banyak karena setiap tokoh memberikan konfliknya masing-masing sebagai warna dari komedi yang disajikan Ernest. Untungnya, eksekusi berhasil dengan baik sebagai buah dari keberanian Ernest mengambil risiko.

Sebenarnya film Cek Toko Sebelah memiliki cerita yang sangat mudah ditebak. Twist cerita yang dilakukan pun bukan sesuatu yang spektakuler dari sisi naratif film. Penonton dapat menerka yang adegan akan terjadi berikutnya, menyiapkan diri untuk drama yang akan terjadi, hingga menebak akhir cerita yang akan seperti apa karena pola yang biasa digunakan di film Indonesia. Namun, keunggulan film ini adalah dapat mengemas cerita yang ‘biasa’ menjadi sebuah drama komedi yang kuat, sehingga potensi rasa bosan yang muncul tidak terjadi sepanjang film. Banyaknya konflik yang berlapis-lapis dari beberapa tokoh juga berpotensi membuat film ini menjadi cukup memusingkan pada aspek naratif. Sekali lagi, hal ini dapat diatasi dengan cukup baik dengan detail karakterisasi tokoh yang beragam dan durasi waktu yang cukup pula. Pujian perlu diberikan untuk DoP dan editor film yang mampu memahami alur cerita dengan baik. Dapat dikatakan film ini hampir tidak ditemukan gambar-gambar yang tidak berguna. Semua adegan memiliki rangkaian cerita yang baik.

Film ini memiliki fokus yang banyak. Titik berat pada unsur guyonan yang dihadirkan mampu memberikan rasa yang lebih pada kekhasan film komedi Indonesia. Guyonan populer, seperti sindiran sosial, politik, hingga budaya kontemporer, hingga humor cerdas yang memerlukan pemahaman khusus pada materi tertentu mampu dihadirkan secara universal, sehingga siapapun yang menonton bisa dipastikan tidak akan luput dari tawa terbahak-bahak. Satu pelajaran penting untuk film yang dikemas seperti Cek Toko Sebelah ini adalah diskusi yang lebih dalam untuk menentukan titik-titik tingkatan humor yang dapat diterima penonton. Kajian yang dalam ini berguna untuk menghitung perkiraan durasi reaksi penonton ketika ada punchline. Potongan film yang terlalu padat pada bagian punchline humornya akan berakibat pesan film yang bisa saja tidak diterima dengan baik oleh penonton karena belum fokus kembali pada cerita. Fokus pada humor yang padat memberikan ruang yang sempit untuk beberapa aspek sinematografis lain, seperti scoring music. Namun, eksekusi yang sangat baik dapat memberikan hiburan yang maksimal, sehingga Cek Toko Sebelah menjadi salah satu film menghibur yang mewarnai peralihan tahun 2016-2017.

 

Pemain: Dion Wiyoko, Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Gisella Anastasia, Adinia Wirasti

Sutradara: Ernest Prakasa

Produser: Chand Parvez Servia

Produksi: Kharisma Starvision Plus

Tahun : 2016

024067000_1482381077-cek_toko_sebelah_2

Akting : bintang 9

Harmonisasi film : bintang 8

Hiburan : bintang 10

Pesan : bintang-5-stgh

Sinematografi : bintang 6 stgh

————————————————————-

Overall: bintangall 8( 7.8 )

 

-JD-

 

 

 

 

Advertisements

Leave a comment

Filed under C