SABTU BERSAMA BAPAK

SABTU BERSAMA BAPAK

81da32650a9cee5c84d5c8ada86d50ec-002021600_1457426892-sabtu 

Kekhawatiran Gunawan (Abimana Aryasatya), yang tidak mampu melihat perkembangan keluarganya karena vonis dokter perihal pernyakitnya, memberikan ide untuk tetap hadir sebagai sosok ayah yang menjadi pemimpin keluarga. Gunawan merekam semua pesan yang ingin disampaikan pada anak-anaknya, Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahenra), sebagai pengganti kehadirannya. Pesan dari ayah yang bijaksana ini menjadi bekal keluarga kecil yang bahagia untuk menjalani hidup yang penuh dengan konflik. Kehangatan Sang Ayah yang menjadi jiwa di keluarga ini membuktikan kebijaksanaan dapat hidup tanpa kehadiran fisik.

Kematangan Abimana Aryasatya untuk mengimbangi akting Ira Wibowo menjadi nilai tambah film ini. Rasa yang dibangun oleh kedua tokoh ini memperkuat emosi yang dibangun oleh cerita yang sudah menyentuh. Pada dasarnya, semua tokoh penting dalam film ini sangat kuat menyampaikan pesan dialognya membuat menjadi nilai tinggi untuk kategori akting. Semua pemain bermain sesuai porsinya. Tantangan terlihat untuk permainan emosi tanpa harus ada twisted character sepanjang cerita. Kelemahan masih dialami seperti film Indonesia pada umumnya yang menempatkan pemain figuran seakan sebagai ‘pelengkap’. Kekuatan sutradara menjadi sangat diuji ketika harus mengarahkan figuran yang terlihat tidak ‘menyatu’ dengan tokoh lainnya. Permasalahan teknis yang perlu mendapat perhatian ke depannya karena menghambat akting pemain penting dalam film bila susah membangun chemistry dengan pemain figuran. Pemain figuran masih terlihat belum mendapat porsi sebagai pemain yang profesional.

Kasus profesionalitas pemain figuran menjadi salah satu detail yang masih menjadi PR dari sutradara. Hal ini memaksa sutradara harus pintar-pintar menyiasati figuran yang aktingnya ‘belum terlatih’. Beban berat sutradara ini menjadi menumpuk ketika tim luput akan detail yang dapat mempengaruhi produksi dari sebuah cerita yang sangat kuat. Detail lain yang luput dari keharmonisan film ini adalah masalah latar waktu dan tempat yang (lagi-lagi, saya yakin) terbentur karena masalah teknis produksi. Keterbatasan produksi dengan setting luar negeri adalah kesinambungan cerita yang perlu diperhatikan dengan latar sebenarnya. Negara 4 musim memiliki durasi waktu tersendiri yang perlu disiasati bila ingin menggunakan latar waktu dengan durasi yang panjang. Keharmonisan akan menjadi masalah bila film menyebut memberikan penunjuk waktu yang tidak relevan dengan latar tempat. Namun, kekuatan film ini adalah pada tim tata rias yang mampu memberikan porsinya yang pas untuk menguatkan beberapa efek karakter dalam film.

Nilai tertinggi dalam film ini adalah bagian hiburan. Permainan emosi yang dibangun sejak film dimulai memberikan kesan tersendiri dalam 10 menit pertama film dimulai. Hal ini memberikan kesan yang sangat baik untuk film yang dapat dinikmati hingga akhir. Dinamika perasaan penonton dimainkan melalui berbagai macam adegan yang mengundang tawa, sedih, amarah, bahkan kecewa. Rasa haru yang mewarnai film ini membuat hampir semua adegan bermakna untuk dikenang.

Kekuatan pesan cerita dan pesan film yang dapat diperoleh penonton juga menjadi hadiah ketika menonton film ini. Kompleksitas masalah tokoh menjadi menarik diikuti sepanjang cerita. Hal ini dipertajam dengan pesan-pesan hidup yang dapat dijadikan pelajaran untuk menyikapi hubungan orang tua dan anak. Kebijaksanaan yang ditampilkan melalui dialog dan sikap setiap tokoh membuat film ini memiliki tempat tersendiri untuk penonton. Menurut saya, film ini sangat tepat untuk dikoleksi karena pesan-pesan indah yang dapat membawa kedamaian, terutama untuk hubungan orang tua dan anak.

Permainan warna untuk menunjukkan perbedaan zaman menjadi teknik sinematografis yang unik dalam film ini. Hal ini diperkuat dengan detail properti dan kostum yang menunjang pengambilan gambar yang cukup kompleks. Mengingat rekaman video adalah properti utama dari film ini, pengambilan gambar yang pas sebagai framing kisah yang mengharukan. Eksplorasi yang tinggi ketika menggunakan teknik yang berbeda untuk menunjukkan dimensi yang lain, seperti mimpi. Eksplorasi sinematografis yang perlu diperhatikan ketika mengambil shot eksterior di negara asing. Apalagi bila tersebut merupakan tempat yang ramai. Stock character yang terambil perlu dipertimbangkan karena berpotensi mengurangi nilai gambar. Namun, kekuatan musik memberikan nilai tambah pada aspek sinematografis yang dapat menguatkan emosi setiap adegan.

 

Pemain: Abimana Aryasatya, Ira Wibowo, Arifin Putra, Deva Mahenra, Acha Septriasa, Sheila Dara Aisha

Sutradara: Monty Tiwa

Produser: Ody Mulya Hidayat

Produksi: Max Pictures

Tahun: 2016

Untitled

Akting : bintang 8

Harmonisasi film : bintang 4

Hiburan : bintang 10

Pesan : bintang 9

Sinematografi : bintang 7 stgh

————————————————————-

Overall: bintangall 8( 7.7 )

 

-JD-

 

 

 

 

Leave a comment

Filed under S

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s