EAT PRAY LOVE

EAT PRAY LOVE

Apakah yang membuat bahagia di dunia ini? Bekerja di tempat yang menjanjikan, menikah, dan memiliki rumah mewah? Ternyata bukan itu bagi Liz Gilbert (Julia Roberts). Dia masih merasa ada yang kurang walaupun sudah memiliki semua yang dipikir orang-orang memenuhi syarat untuk bahagia di dunia ini. Berpisah dengan suaminya serta memiliki pacar baru pun belum dapat membahagiakan dirinya. Hingga akhirnya Liz mencari sendiri kebahagiaannya dengan pergi ke Italia untuk mendapatkan kebahagiaan dengan santapan yang lezat khas Italia dan dilanjutkan ke India untuk mendapat santapan rohani. Dengan bekal ini kebahagiaan itu diarahkan oleh Ketut Liyer (Hadi Subiyanto) sebagai penasihat spiritual Liz hingga akhirnya dia menemukan kebahagiaannya yang terkahir yaitu “cinta” di Indonesia, tepatnya di Bali.

Bila ingin menghitung nilai akting dalam film ini tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Bila dilihat dari pemainnya, selain Julia Roberts berkating baik sebagai pengendali cerita, akting pemain pendukung lainnya tidak begitu menonjol. Christine Hakim pun bermain dengan penjiwaan yang maksimal (tak perlu diragukan), tetapi perannya tidak begitu mengendalikan cerita. Yang perlu diberi penghormatan adalah Hadi Subiyanto, yang memiliki profesi asli sebagai musisi terkontrak di sebuah hotel ternama dan film ini sebagai film perdananya, mampu berusaha dengan keras untuk mengimbangi akting dengan Julia Roberts. Latihan Hadi Subiyanto untuk mendalami peran sebagai Ketut Liyer membuahkan hasil yang baik.

Ryan Murphy benar-benar menggarap film ini untuk memperlihatkan sisi filosofis Elizabeth Gilbert yang dituangkan dalam novelnya dengan judul yang sama. Kesinambungan antar adegan agak kurang rapi sehingga terjadi lompatan-lompatan cerita yang perlu konsentrasi lebih untuk menggunakan logika ketika menontonnya. Selebihnya, Murphy mengarahkan pemainnya dengan baik walau “bumbu-bumbu” yang diusahakan untuk membuat film ini menarik perhatian agak kurang terasa.

Untuk itu, film ini dapat digolongkan film yang sedikit unsur hiburannya. Film ini tidak memainkan emosi penonton secara mendalam. Film ini lebih mengarahkan penontonnya untuk ikut berpikir untuk memahami filosofi yang dikandungnya. Hiburan atau permainan emosi hanya tertolong oleh akting Julia Roberts yang membawakan suasananya dengan baik. Film ini berpotensi untuk membosankan dalam arti akan menjenuhkan penonton bila mereka tidak dapat memahami filosofi yang diutarakan Elizabeth Gilbert. Bukan berarti harus sepaham, at least, kalo bisa memahaminya maka akan dapat mengikuti film ini hingga habis.

Pesan yang ingin disampaikan melalui film ini lebih ditekankan pada pemahaman akan filosofi Elizabeth Gilbert dalam memandang kebahagiaan hidup. Dengan tidak menggurui, penonton diharapkan dapat menerima pandangannya tersebut. Pesan moral terkait dengan pemahaman tersebut. Pelajaran bisa dipetik dengan menganalogikan pemikirannya dengan apa yang kita yakini. Bila tidak sesuai dengan apa yang kita yakini, hargai saja pemikiran Elizabeth ini sehingga kita dapat memelajari satu tipe orang dengan pandangan seperti Elizabeth Gilbert.

Pengambilan gambar tidak menggunakan teknik kamera khusus untuk menceritakan kisah di film ini. Kamera bertugas untuk mengikuti saja perjalanan Liz dari satu tempat ke tempat lain. Tidak menggunakan efek khusus untuk menggambarkan emosi Liz. Keuntungannya adalah, penonton dapat melihat perjalanan ini sebagai sesuatu yang real. Tidak dilebih-lebihkan. Kekuatan keindahan setting tempat juga tidak difouskan secara dalam sehingga film ini tidak membuai penonton dengan penggambaran setting yang khusus dari Italia, India, dan Indonesia.


Pemain: Julia Roberts, Hadi Subiyanto, Javier Bardem, Richard Jenkins, James Franco, Christine Hakim

Sutradara : Ryan Murphy

Produser : Dede Gardner

Produksi : Columbia Pictures

Tahun : 2010

Akting : ( 6 )

Harmonisasi film : ( 6 )

Hiburan : ( 4 )

Pesan : ( 6.5 )

Sinematografi : ( 7 )

————————————————————-

Overall: ( 5.9 )

-DJD-

 

 

Leave a comment

Filed under E

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s