DESPICABLE ME

DESPICABLE ME

Tidak ada kebanggaan lain bagi seorang penjahat bila telah mendapat predikat penjahat terhebat di dunia. Begitu pula dengan Gru (Steve Carell) yang merasa jengkel setelah melihat ada penjahat yang mampu mencuri Piramid Giza. Dia harus melakukan yang lebih dari sekadar mencuri piramid. Akhirnya, rencananya adalah mencuri bulan. Yang menjadi masalah adalah alat untuk mengecilkan benda ada di tangan musuhnya. Dia harus mencurinya agar dapat mengambil bulan. Rencana jahatnya itu tak akan berhasil bila tidak ada bantuan dari 3 anak yatim piatu yang dia adopsi. Sebagai orang jahat sejati, Gru tidak mencintai anak-anak itu. Akan tetapi, secara tidak langsung anak-anak ini mengajarkan sesuatu pada Gru yang amat berarti: Cinta.

Pengisi suara dalam film ini mengisi dengan baik, tetapi kurang memberikan karakter khusus pada tiap tokohnya. Bentuk dari tokoh-tokohnya sudah memiliki ciri sendiri, tetapi penyuaraannya terasa biasa saja. Agak membingungkan untuk tokoh Gru. Steve Carell terkadang menyuarakannya dengan ada sedikit aksen Spanyol, tapi tidak konsisten pada setiap adegan. Pada awalnya mungkin aksen tersebut hanya untuk merayu kepala panti asuhan. Ternyata pada beberapa adegan setelah itu terkadang aksen Spanyol itu ada dan hilang lagi. Di film ini yang memiliki ciri khas adalah The Minions.

Film animasi ini digarap dengan baik sehingga pesan cerita yang ingin disampaikan hampir tidak ada yang melompat jauh. Penonton dari segala usia mampu mengikuti ceritanya dengan baik. Ide cerita luar biasa, tapi diakhiri dengan sederhana. Tidak masalah, tetapi terasa seperti mengingat kembali cerita Disney Pixar, “Up” yang menemukan cinta setelah keinginannya terwujud.

Hiburan dalam film ini menjadi penyegar dan menjadi nilai lebih pada film ini. Nilai pada bagian ini sempurna untuk hiburan yang mampu memancing tawa penonton. Humor yang disajikan dapat dirasakan oleh berbagai kalangan. Untuk hiburan yang memancing rasa haru atau takut sangat sedikit dan tidak menjadi fokus utama film ini.

Pesan cerita film ini tersampaikan dengan baik dengan tambahan sentuhan humor yang mampu membuat suasana menonton yang menyenangkan. Alur ceritanya mudah diikuti. Pesan moral yang disampaikan yang tersurat tidak terlalu banyak dan sangat sederhana. Sedikit dapat menyentuh hati, tetapi kurang menjadi kenangan yang dapat diingat setelah menonton. Bila memerhatikan dengan saksama, pembelajaran banyak yang tersirat dari karakter tokoh-tokohnya, terutama Agnes yang mudah beradaptasi dan selalu bersyukur atas apa yang didapatnya.

Animasi yang luar biasa yang mampu dibuat di luar perusahaan animasi yang terkemuka. Animasi pada film ini mulai memberikan lampu kuning pada Pixar dan Dreamworks karena menambah saingan yang berkualitas. Film ini sangat memanfaatkan fasilitas 3D. Film ini akan terasa lebih menghibur pada studio 3D. Hal ini mungkin tidak menjadi fokus utama pada Pixar dan Dreamworks pada saat ini, tapi hal ini cukup menarik pasar dalam dunia animasi sekarang. Akan tetapi, efek suara dalam film tidak memiliki andil yang besar.

Pengisi suara: Steve Carell, Jason Segel, Russell Brand, Julie Andrews, Will Arnet

Sutradara : Pierre Coffin, Chris Renaud

Produser : John Cohen, Janet Healy, Christopher Meledandri

Produksi : Illumination Entertainment

Tahun : 2010

Pengisi suara : ( 6 )

Harmonisasi film : ( 7 )

Hiburan : ( 10 )

Pesan : ( 8 )

Sinematografi : ( 9.5 )

————————————————————-

Overall: ( 8.1 )

-DJD-

3 Comments

Filed under D

3 responses to “DESPICABLE ME

  1. wuri

    well…termasuk film kartun yang bagus…walaupun ringan dan mudah banget diterima semua kalangan..tapi nilai lebihnya di kartun ini bukan terletak pada maknanya tapi pada sajian humornya yang lucu banget…hehehehe….tidak seperti UP yang nilai lebihnya terletak pada cerita dan maknanya yang dalam…

    Setuju dengan DJD untuk penokohan karakter Gru…menjadi tidak jelas karena aksen yang berubah-ubah dalam ceritanya..
    animasinya pun berasa gak ada bedanya dengan pixar punya…hehehe…

    Tapi untuk dilihat sebagai hiburan, kartun ini cukup menghibur…

  2. Saya cukup menikmati film ini. And probably the cutest movie of the year. Sayang bagian third act-nya sedikit keteteran dan terburu-buru.

  3. Pingback: Meleleh « Babakanblog's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s