TANAH AIR BETA

TANAH AIR BETA

Lepasnya Timor Timur dari NKRI sehingga membentuk negara merdeka dengan nama Timor Leste menimbulkan masalah yang hingga kini masih ada. Dengan terpisahnya daerah ini membuat terpisahnya juga hubungan keluarga antara dua saudara, Merry (Griffit Patricia) dan Mauro (Marcel Raymond). Merry yang hidup bersama ibunya, Tatiana (Alexandra Gottardo) kehilangan Mauro sehingga harus ke perbatasan untuk mengetahui kabarnya. Perbatasan ini menjadi penghambat hubungan keluarga yang terputus ini. Dengan keberanian serta tekad yang kuat, Merry berusaha mencari sendiri dengan menuju ke perbatasan seorang diri.

Akting yang dibawakan beberapa pemain dapat dikatakan sangat baik, terutama Alexandra Gottardo. Dia dapat membawakan tokohnya dengan penjiwaan yang baik. Hal ini dapat dilihat dari logat yang digunakan, cara jalan yang terlihat, serta gerak-gerik lain yang terlihat ia pelajari khusus untuk film ini. Beberapa pemain baru yang muncul juga seperti Griffit Patricia dan Yahuda Rumbindi juga perlu dihargai usahanya untuk membawakan peran. Penjiwaan pemain dalam beberapa adegan dapat diterima oleh penonton, akan tetapi masih ada sedikit kekosongan di beberapa adegan lain. Yang paling disayangkan dari film ini adalah figuran yang digunakan sangat terlihat sebagai objek pelengkap film semata. Bila merujuk pada film-film luar negeri, figuran memiliki peran yang sama bergunanya dengan tokoh utama dalam hal membangkitkan suasana film. Usaha pemain untuk berakting sudah maksimal, tapi figurannya terlihat kurang mengoptimalkan kemampuannya.

Dengan menonton “Tanah Air Beta”, seolah-olah terasa film ini digarap dengan arah sedikit semi-dokumenter dengan menghadirkan gambaran kehidupan pada masyarakat yang terjadi sebenarnya. Dengan berdasarkan fakta yang ada, sutradara mengarahkan fakta tersebut agar sampai ke penonton dengan bantuan cerita drama di dalamnya. Akan tetapi, kehadiran drama di sini kurang kuat untuk mendukung film. Alur ceritanya seperti monoton sehingga tidak terlihat klimaks dan antiklimaks dari cerita tersebut. Penonton lebih mendapat pesan mengenai kehidupan sosial yang digambarkan dibandingkan drama yang terjadi.

Hiburan yang disuguhkan dari film ini adalah drama yang cukup menyentuh. Penonton akan terhanyut dengan rasa kasih sayang dan nasionalisme. Namun, drama tersebut kurang dalam sehingga penonton tidak sepenuhnya merasakan kekuatan dramanya. Yang lebih dapat dinikmati oleh penonton adalah fakta, baik fakta mengenai alam atau pun fakta mengenai kehidupan sosial yang terjalin di masyarakat Timor.

Oleh karena drama yang kurang maksimal, hal ini membawa dampak pada penyampaian pesan film. Pesan mengenai cerita dramanya agak kurang dapat dimengerti karena berkesan datar itu. Di samping itu, sebenarnya kekuatan ide cerita drama dalam film ini termasuk berpotensi besar untuk dinikmati. Sejujurnya drama film ini tidak jelek tapi potensi itu kurang dimaksimalkan. Dengan demikian, untuk dapat menikmati film ini perlu konsentrasi yang lebih agar dapat memahami dengan baik inti ceritanya. Pesan moral yang ingin disampaikan melalui film ini sangat banyak. Agar mampu mengambil pesan-pesan itu harus memperhatikan pesan yang tersirat di setiap adegan. Pandangan kita akan terbuka mengenai kehidupan sosial yang ada di masyarakat kita, apalagi ini menyangkut saudara satu bangsa kita.

Salah satu andalan film ini adalah pengambilan gambar yang didukung oleh pemandangan alam yang memukau. Kita akan semakin cinta Indonesia dengan keadaan alamnya. Begitu pula dengan kehidupan sosial yang ada. Pengambilan gambarnya cukup membuat kita berpikir untuk menyikapinya. Semua hal ini didukung juga oleh musik dan lagu terutama lagu Indonesia Pusaka yang dimasukkan secara pas untuk mengangkat suasana haru.

Pemain: Alexandra Gottardo, Griffit Patricia, Lukman Sardi, Asrul Dahlan, Yahuda Rumbindi, Thessa Kaunang, Roby Tumewu, Ari Sihasale, Marcel Raymond

Sutradara : Ari Sihasale

Produser : Ari Sihasale

Produksi : Alenia Pictures

Tahun : 2010

Akting : ( 4 )

Harmonisasi film : ( 6 )

Hiburan : ( 4.5 )

Pesan : ( 7 )

Sinematografi : ( 9 )

————————————————————-

Overall: ( 6.1 )

-DJD-

1 Comment

Filed under T

One response to “TANAH AIR BETA

  1. emonye

    Filmnya bikin ngantuk diawal.. hehe..
    bener kata mas.. pesan tersampaikan secara datar..

    salut buat akting merry dan mauro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s