UN PROPHÈTE (A PROPHET)

UN PROPHÈTE (A PROPHET)

Malik El Djebena (Tahar Rahim), pemuda 19 tahun yang masuk dalam penjara umum, harus menghadapi kenyataan kehidupan penjara yang keras. Dia masuk dalam penjara yang sebagian besar berisi imigran. Ada dua kubu yang terpisah di dalam penjara, gang Arab dan gang Korsika. Malik yang sebenarnya berdarah Arab, diangkat menjadi kaki tangan Luciani (Niels Arestrup), yang merupakan kepala gang Korsika. Kepolosan Malik sebagai “warga baru” penjara memaksa Malik mengikuti segala ‘permainan’ yang ada dan diatur oleh Luciani. Secara tidak langsung, seiring masa hukuman Malik berjalan, kematangan dan kedewasaan Malik berkembang sebagai buah dari adaptasinya dalam kehidupan di dalam penjara.

Film yang dinominasikan film berbahasa asing terbaik dalam ajang penghargaan piala Oscar 2010, diperankan oleh pemain pendatang baru yang aktingya dapat dikatakan gemilang. Selain pendalaman emosi yang pas, perubahan karakter yang dibawakan Tahar Rahim sebagai Malik El Djebena sangat mendukung jalan cerita film ini. Terlihat ke’logis’an dalam kematangan karakter Malik yang dibentuk dalam penjara. Akting Niels Arestrup juga sangat memukau sehingga penonton dapat merasakan aura ‘kepala gang’ dalam penjara. Akan tetapi, akting figuran dan beberapa pemain pendukung terasa sama semua sehingga agak membuat pusing untuk melihat peran selain Malik dan Luciani.

Kehebatan sutradara untuk membuat film ini dengan judul “A Prophet” dapat dilihat setelah menonton film ini. Patut diacungi jempol untuk sutradara untuk membuat film dengan dana yang tidak sedikit ini. Mungkin bila disejajarkan dengan film Prancis sekaligus film festival, film ini tergolong mudah untuk diikuti karena alur yang dibuat sutradara tidak membuat pusing.

Akan tetapi, bila dilihat dari segi hiburan, film ini lebih membutuhkan otak untuk berpikir. Emosi penonton diikutsertakan dalam beberapa adegan yang cukup menegangkan. Emosi penonton juga akan terbawa seiring dengan akting pemain-pemainnya.

Lepas dari segala hiburan yang cukup memusingkan, film ini sarat akan pesan: Baik pesan yang berisi gambaran suasana penjara (khususnya penjara Prancis); pesan mengenai ras, pesan kritik terhadap penjara Prancis. Pesan moral juga dapat dipetik dari film ini. Bila melihat tokoh Malik yang ia sendiri hanya bisa mengikuti ‘permainan’ yang diberikannya, tanpa bisa protes atau apa pun. Setiap orang berhak untuk membuat keputusan. Keputusan untuk memilih mengikuti hukuman dan menjalani segala sesuatu yang tidak dimengerti juga merupakan sebuah keputusan yang dapat dipilih. Menurut saya, kata “Prophet” yang digunakan sebagai judul bukan untuk diterjemahkan sebagai “Nabi”, melainkan diterjemahkan sebagai “utusan” yang digambarkan Luciani mengutus Malik sebagai kaki tangannya untuk melakukan hal-hal yang tidak Malik mengerti. Penjara sebagai simbol kehidupan di dunia serta kerasnya hidup di dalamnya. Menurut saya, sutradara ingin menyadarkan kita bahwa kita dilahirkan di dunia juga sebagai utusan untuk melakukan suatu tugas yang kita sendiri belum tahu tujuan serta ‘buah’ dari tugas tersebut, tapi kita dapat memutuskan untuk mengikuti saja tugas tersebut karena buahnya akan terlihat nanti, bukan ketika kita melakukan tugas tersebut.

Film ini dapat digolongkan sebagai film sulit karena menggunakan penjara sebagai latarnya. Penjara yang memiliki tempat sempit memang sulit digunakan untuk pengambilan gambar. Tak heran bila pengambilan gambar di dalam penjara menggunakan kamera dengan teknik hand-held. Resikonya, hampir di setiap adegan akan ada pergerakan-pergerakan kamera yang cukup membuat pusing.

Pemain: Tahar Rahim, Niels Arestrup, Adel Bencherif

Sutradara : Jacques Audiard

Produser : Martine Cassinelli

Produksi : Why Not Production

Tahun : 2009

Akting : ( 7.5 )

Harmonisasi film : ( 8 )

Hiburan : ( 6.5 )

Pesan : ( 9 )

Sinematografi : ( 7.5 )

————————————————————-

Overall: ( 7.7 )

-DJD-

3 Comments

Filed under P

3 responses to “UN PROPHÈTE (A PROPHET)

  1. emonye

    wah thanks mas.. ni dia list film yang harus aku tonton..

    meluncur cari DVDnyaa…🙂

  2. Wah. Ini salah satu favoritku dari tahun 2009. Lebih suka ini ketimbang “Avatar.” Udah nonton film “The Beats that My Heart Skipped,” dari sutradara Jacques Audiard juga (sutradara film ini)?

    Boleh tuker link?

    • jirodanusastro

      boleh….

      iya,, sudah banyak yang merekomendasikan film itu… blom sempet cari filmnya

      terima kasih komen dan infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s