KETIKA CINTA BERTASBIH

KETIKA CINTA BERTASBIH

kcb

Film yang bercerita tentang kehidupan anak-anak muda Indonesia yang menuntut ilmu di Kairo, Mesir. Cerita tentang Khairul Azzam yang memegang teguh ajaran-ajaran Islam dan menjadikannya sebagai prinsip hidupnya. Dengan prinsip inilah Azzam berusaha untuk menemukan jodohnya. Kisah ini juga dilengkapi dengan kehidupan percintaan teman-teman Azzam.

Film ini diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy. Waa… mari kita lihat satu per satu poin. Untuk akting, tidak perlu diragukan karena menggunakan artis-artis ternama sebagai beberapa tokoh di dalam film ini sebut saja misalnya Deddy Mizwar, Didi Petet, dan sebagainya. Untuk pemeran utama, menggunakan artis-artis baru yang diperoleh dari audisi sebelumnya. Hasilnya, aktingnya bagus…. Tapi,,, untuk beberapa pemain pendatang baru terasa membawakan dialog seperti di dalam teater. Ini bukan hal buruk, hanya saja pengaplikasian dialog yang ada terkesan kaku bila di film. Sekali lagi, hal ini tidak mengganggu, tapi mungkin kalau di dalam teater akan lebih cocok untuk penguasaan skenario semacam itu.. tidak salah sih bila digunakan juga dalam film.. mungkin bisa diambil contoh bagus Didi Petet. Didi Petet seorang pemain teater sekaligus pemain film.. Saya pribadi, salut dengan Didi Petet yang dapat membedakan pembawaan karakter dalam teater dengan pembawaan karakter dalam film. Satu lagi, figuran juga berperan penting, di beberapa adegan, figuran kurang mendukung suasana. Hal ini yang sedikit mengganggu. Pesan dalam film ini sangat bagus, terutama pesan-pesan religinya.

Film ini ingin membuat inovasi dengan membuat film “bersambung”, seperti film Indonesia lainnya, “In the Name of Love”. mungkin hal ini dimaksudkan untuk membuat perubahan dari film konservatif yang film selesai terbatas dengan durasi sekitar 1,5 jam – 2 jam. Mungkin juga memang karena disesuaikan dengan novelnya. Saya sangat menghargai film-film Indonesia dengan inovasi semacam ini, dengan membuat film “bersambung” semacam Kill Bill.. akan tetapi, menurut saya, masyarakat Indonesia masih memiliki kebudayaan yang mengakar untuk hiburan semacam film atau teater yang datang ke tempat pertunjukan khusus (bioskop atau teater) dengan harapan keluar dari tempat pertunjukkan setelah menyaksikan cerita yang “selesai”.. karena pertimbangannya, beberapa orang ini merasa pergi ke tempat pertunjukkan khusus semacam itu harus menyediakan waktu dan biaya khusus pula. Lain halnya bila cerita bersambung tersebut bisa diperoleh di televisi yang bisa dibilang waktunya tidak perlu dikhususkan (karena masih berada di dalam rumah sehingga masih dapat mengerjakan berbagai aktivitas) dan “gratis”..

untuk pemotongan sekuel yang drastis semacam ini perlu adaptasi yang lebih dalam lagi terlebih dahulu dari penonton.. mungkin pembagian sekuel seperti Harry Potter (yang setiap sekuelnya “selesai” diceritakan) akan lebih diterima di masyarakat Indonesia sekarang ini. Solusi lain, bila sineas ingin membuat film inovatif semacam ini, sekuel pertamanya harus dibuat semenarik mungkin . Kekuatan di awal film ini haruslah sangat kuat sehingga penonton merasa perlu menonton yang berikutnya, tapi tidak rugi dengan menonton sekuel pertamanya.. jadi, banyak pesan atau hiburan yang diperoleh dari sekuel pertama.. untuk film ini bagus, pesannya cukup banyak dan bagus, akan tetapi durasi yang lama di sekuel pertama ini habis termakan di pengenalan tokoh dan beberapa adegan yang sebenarnya tidak perlu terlalu detail. Harapan besar ditaruh di sekuel kedua,,,

Pemain : Kholidi Asadil Alam, Oki Setiana Dewi, Alice Norin, Andi Arsyil Rahman, Meyda Safira, Deddy Mizwar, Ninik L. Karim, Didi Petet, Habiburrahman El Shirazy, Aspar Paturusi, Prof.dr. Din Syamsudin, Slamet Rahardjo, El Manik

Sutradara : Chaerul Umam

Produser : Mitzy Christina, Cindy Christina

Produksi : Sinemart Pictures

Tahun : 2008

film20871

Akting : bintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputih( 7 )

Harmonisasi film : bintangputihbintangputihbintangputihbintangputih( 4 )

Hiburan : bintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintang-putih-1-2( 4.5 )

Pesan : bintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputih( 8 )

Sinematografi : bintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputih( 6 )

————————————————————

Overall: bintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputih( 5.9 )

-DJD-

2 Comments

Filed under K

2 responses to “KETIKA CINTA BERTASBIH

  1. umm, i don’t want to judge a movie before i watch it.
    Jd komennya tunggu aku nonton dl y jir.🙂

  2. Baru aja nonton filmnya.. Sempet sebel liat posternya kok kayak digembar-gembor bgt krn shooting nya asli di Mesir.. ga kayak AAC.. eh pas liat filmnya emang dapet suasananya tapiii.. waktu scene bakar ikan dipinggir laut.. GUBRAKKK… rusak deh tuh pemandangan karena shootingnya (kayaknya) siang trus dipoles di komputer jadi suasana malem yg kumplit pake bintang kedip2 (teratur dan gak alami) warna biru langitnya pun sering “bocor” ke aktor/aktrisnya.

    Wah.. mending AAC deh biarpun shootingnya lokal tapi detail sinematografinya diperhatiin bgt.. (salut buat Mas Hanung)

    Trus soal bersambungnya.. Hiyaaa… kok serasa nonton sinetron aja yg bersambungnya dipotong seenaknya gitu.. malah jadi kepikir terlalu komersil..

    Soal pemainnya.. tokoh Anna Althafunisa.. saya kok ngerasa gak cocok ya.. kayaknya bukan tipe yg sekali ktemu langsung kebayang-bayang kayak yg digambarin..

    Jadi menurut saya film ini cu… (sambungannya nanti setelah sekuelnya dah saya tonton)..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s