LASKAR PELANGI

LASKAR PELANGI

Film yang ber-setting tahun 70-an menceritakan tentang 10 orang murid SD Muhammadiyah Gantong, Belitong, yang dijuluki “Laskar Pelangi” oleh Bu Muslimah (Cut Mini). Film ini mengisahkan bagaimana kecintaan dan kebanggaan Laskar Pelangi ini akan SD Muhammadiyah Gantong, sekolah yang tidak layak beroprasi dan layak ditutup, tampak di tengah kesenjangan kesejahteraan dengan sekolah lain. Selain itu kesetiaan Bu Mus akan sekolah ini pun ternyata juga menentukan nasib sekolah ini. Di samping tentang sekolah tersebut, film ini juga mengisahkan masalah-masalah pada setiap tokoh.

Resensi Film

Film Indonesia yang tampil pada liburan lebaran tahun 2008 ini perlu diacungi jempol, terutama untuk sutradara-nya yang kerja keras membentuk pemain baru dan masih anak-anak. Hasilnya mereka bisa berakting dengan baik. Pemain lainnya yang terbilang pemain senior berakting sangat bagus, terutama Cut Mini. Logat sumatra (Belitong) yang ditampilkan para pemain terkesan natural. Pengambilan gambar pada film ini pun juga hebat. Kalau boleh dibilang, film ini bisa memunculkan rasa bangga akan Indonesia, khususnya Belitong. Film ini digarap cukup detail, hampir tidak ada celaan untuk ke-detail-an film ini. Adegan-adegan “LEBAY” dalam film ini juga tidak mengganggu jalan cerita film. Akan tetapi, mungkin karena banyaknya masalah yang diangkat, masalah utama film ini jadi tidak terfokus. Mungkin karena itu pula, pesan dalam film ini kurang memorable padahal pesan film ini bagus sekali seharusnya.

Pemain: Cut Mini, Zulfani, Ferdian, Veris Yamarno, Ikranagara, Tora Sudiro, Slamet Raharjo, Mathias Muchus, Rieke Dyah Pitaloka

Sutradara : Riri Riza

Produser : Mira Lesmana

Produksi : Miles Production

Saran untuk penonton: Apabila sudah membaca novel “Laskar Pelangi” mungkin akan kecewa karena tidak seperti di novel atau berbeda atau merasa tidak sebagus novelnya. Sebaiknya bagi yang sudah membaca, ketika nonton, lupakan apa yang sudah dibaca. Nikmati film selayaknya film, tidak perlu dibandingkan dengan novel karena itu dua media yang berbeda. Keindahan novel berbeda dengan keindahan film. Tolong hargai film selayaknya film, hargai novel selayaknya novel.

Akting :bintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintang-putih-1-2( 7.5 )

Harmonisasi film : bintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputih( 8 )

Hiburan : bintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintang-putih-1-2( 6.5 )

Pesan : bintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputih( 5 )

Sinematografi :bintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintang-putih-1-2( 8.5 )

———————————————————————————–

Overall : bintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputihbintangputih( 7.1 )

-DJD-

1 Comment

Filed under L

One response to “LASKAR PELANGI

  1. Jujur ya mas jiro, ketika saya melihat film ini, film ini malah lebih menengahkan dalam konteks romantisme daripada pendidikan seperti dalam bukunya, lihat saja kan yang terlalu difokuskan adalah ical dan a ling (benar ga ya namanya?) juga antara Bu muslimah dengan guru (lupa juga sapa namanya yang jelas diperankan tora sudiro).
    Benar – benar jauh dari yang saya diprediksikan, untunglah film ini tertolong dengan kekuatan akting, sinematografi dan score yang ada.
    Tapi untuk cerita saya rasa, ya kurang lah..
    meski begitu saya hargai usaha riri riza untuk menjadikan film ini berkualitas..
    Hanya ada satu hal yang dirasa agak menganggu yaitu komentar dari pak SBY yang mengatakan film ini tentang pendidikan, maaf pak tapi anda salah..
    oke terimakasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s