ANTHONY ZIMMER

January 6, 2011 at 8:25 am 2 comments

ANTHONY ZIMMER

Anthony Zimmer adalah seorang buronan yang dikejar-kejar oleh polisi internasional dan mafia Rusia karena ia telah menggelapkan uang dalam jumlah besar. Untuk menemukan Zimmer, polisi mengikuti gerak-gerik kekasih Zimmer, yaitu Chiara Manzoni (Sophie Marceau). Setelah Chiara Manzoni mendapat pesan dari kekasihnya untuk mengelabuhi polisi-polisi tersebut dengan melibatkan seseorang di dalam kereta yang ingin berlibur agar mereka menyangka orang itu adalah Zimmer, ia pun bertemu François Taillandier (Yvan Attal) sebagai korbannya. Oleh karena itu, nyawa François pun terancam karena semua orang meyakini dia adalah Zimmer. Akan tetapi, setelah ia meminta perlindungan pada polisi setempat karena jiwanya terancam, ia tetap menjerumuskan diri pada kasus ini karena ia cintanya pada Chiara.

Akting yang mampu mengelabuhi penonton yang tidak tahu cerita ini sebelumnya. Penonton akan merasa tertipu dengan peran yang dibawakan oleh pemain-pemainnya, khususnya Yvan Attal dan Sophie Marceau. Mereka mampu menjalani perannya dengan maksimal. Memang kekuatan akting dalam film ini hanya fokus pada mereka berdua. Pemain pendukung lainnya terkesan hanya membantu melalui sosoknya saja. Akting dari pemain pendukung lain memang sebaiknya diarahkan untuk tidak lebih menonjol dari mereka berdua.

Ide yang cemerlang dari film ini mampu membuat penonton merasa tertipu ketika melihat adegan akhirnya. Akan tetapi, dengan khas film Prancis pada umumnya, penonton sendirilah yang menyimpulkan adegan akhir itu. Memang inilah yang terjadi sehingga penonton akan menjadi berpikir ketika film ini habis.

Emosi penonton tidak dimainkan sepanjang film, tetapi suasana menegangkan, teror, dan penasaran timbul sepanjang film dan memuncak pada adegan akhir. Penonton lebih diajak untuk berpikir daripada terlarut pada suasana yang diberikan. Seperti film Prancis kebanyakan, film ini berpotensi membosankan, tetapi penonton bisa menemukan ketertarikan tersendiri ketika menontonnya dan itu bukan dari sisi hiburannya.

Oleh karena hiburan yang terasa kurang dalam film ini, kekuatannya akan didapatkan dari pesan yang ingin disampaikan. Sutradara memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan pesan cerita film ini kepada penonton. Dalam hal ini Jérôme Salle berhasil. Walaupun penasaran penonton tidak terjawab sepanjang film, adegan akhirnya menjadi kunci jawabannya. Bahkan, bila dibutuhkan, penonton perlu melihat credit title yang berjalan setelah film selesai untuk memastikan jawaban yang diperoleh.

Sinematografi dalam film ini sederhana namun pas. Film ini tidak menggunakan efek-efek khusus sepanjang film. Adegan action yang terdapat di dalamnya dapat dijumpai di film apa pun yang serupa. Pengambilan gambarnya pun tidak menambah beban pikiran penonton ketika menontonnya. Akan tetapi, ke’datar’an pengambilan gambar ini menambah potensi rasa bosan pada penonton. Tugas penonton adalah mempertahankan konsentrasi tinggi ketika menonton.

Pemain: Yvan Attal, Sophie Marceau, Sami Frey, Gilles Lellouche, Daniel Olbrychski

Sutradara : Jérôme Salle

Produser : Olivier Delbosc, Marc Missonnier, Alain Terzian

Produksi : Alter Films, Canal +

Tahun : 2005

Akting : ( 8 )

Harmonisasi film : ( 7 )

Hiburan : ( 6 )

Pesan : ( 5.5 )

Sinematografi : ( 6 )

————————————————————-

Overall: ( 6.5 )

-DJD-

 

 

Advertisement

Entry filed under: A. Tags: , , , , , , , , , , , .

HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS: PART 1 KABAYAN JADI MILYUNER

2 Comments Add your own

  • 1. ngomongin film indonesia  |  January 6, 2011 at 10:27 pm

    weh, dapet link donlod darimana gan. ati lo liat dvd nya? ini kan film yang di remake sama hollywood jadi the tourist. btw, bagusan mana, aslinya ato remake.

    eh, jangan lupa mampir di blog gue ya. thanx..

    Reply
    • 2. jirodanusastro  |  January 7, 2011 at 11:25 am

      yuhu… waktu itu gue nonton di tv.. coba dicek di CCF mungkin ada DVDnya..

      Gue LEBIH SUKA (bukan berarti Hollywood gak bagus) film yang ini karena kita disuruh nebak sendiri misteri di dlmnya.. gak kyk hollywood yang dijejelin segala infonya… jadi lo bisa nonton the tourist dengan otak kosong… tapi itu beda gaya penceritaannya sih,, yg satu khas film Prancis, yg satu khas Hollywood.. jadi gak bisa dibilang Hollywood jelek… tergantung selera penonton…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feed me

Find by categories

Pengunjung

education counter
Provided by the career education career portal.

@kritikpenonton

  • Update! 4 film yg sudah published: - Black Swan - The Fighter - The King's Speech (review menyusul) - Tanda Tanya... http://t.co/hQdjhDK 5 months ago
  • 5 film berikutnya akan menyusul: Catatan Harian Si Boy, Larry Crowne, The Beaver, Harry Potter 7 Part II, Kungfu Panda 2 5 months ago
  • UPDATE: 4 film published: Black Swan, The Fighter, The King's Speech (review menyusul), Tanda Tanya (review menyusul) 5 months ago
  • 9 film utk mnggu dpn, 7 film di antaranya review menyusul. Nilainya duluan yg published 6 months ago

kritikpenonton group

kritikpenonton group on facebook

kritikpenonton group on facebook

blog ranking

Movies & TV Blogs - Blog Rankings

ads

Photobucket Photobucket

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.